Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Januari 2017

"Masalah Sosial Kronis di Korea Selatan"

"Masalah Sosial Kronis di Korea Selatan"



Hidup di Korea Selatan (lebih sering disebut Korea) memang banyak memberikan kemudahan dan kenyamanan fasilitas dan infrastrukur. Negara yang memiliki akses internet tercepat di dunia versi Akamai (2015) ini banyak memberikan kemudahan dalam berbagai kebutuhan kehidupan warga khususnya terkait fasilitas umum seperti pendidikan, kesehatan dan keamanan, serta banyaknya sarana rekreasi publik yang tertata dan terpelihara dengan baik.

Namun seluruh kemudahan fasilitas dan kenyamanan infrastruktur tersebut ternyata tidak mampu menutupi dan mengurangi berbagai kerusakan sosial, khususnya kehidupan keluarga masyarakat Negeri Ginseng ini. Setidaknya ada beberapa masalah sosial yang dialami Korea saat ini, diantaranya depopulasi akibat rendahnya tingkat kelahiran, turunnya tingkat perkawinan, meningkatnya populasi masyarakat yang hidup sendiri, fase masyarakat tua (aged society), tingginya tingkat stress istri pada usia pernikahan yang panjang hingga berkembangnya fenomena ‘jolhon’ (marriage graduation), serta upaya pembentukan keluarga legal tanpa ikatan darah dan perkawinan.

Senin, 29 Juni 2015

"Jejaring Setan"

"Jejaring Setan"


Ikhwah fillah, kenalilah jejaring setan. Karena, kita ingin semuanya selamat dunia akhirat. Jejaring atau perangkap setan adalah setiap perbuatan maksiat, perbuatan syahwat yang diharamkan, ragu dalam tauhid, dan saling bekerja sama dalam berbuat buruk.

Termasuk jejaring setan adalah upaya apa pun yang bisa mengantarkan seseorang terjerumus ke dalam perbuatan haram, seperti melihat foto dan tayangan porno, bergunjing (gibah), bersumpah palsu, mengumbar umpatan serapah, dan lain sebagainya.

"Krisis 1/4 Abad"

"Krisis 1/4 Abad"



Baru banget tau, ternyata ya... ada lho satu penyakit yang menghantui manusia berumur 20-an macam gue *kemane aje looo?!. Kurleb penderitanya tuh fresh graduaters, para nubie di dunia kerja atau remaja dewasa yang stuck sama kerjaannya. Mungkin kalian ada yang sedang mengalami juga. Atau buat yang belum mengalami, menurut Mbah G sih pasti tiap orang bakal mengalami ini. Jadi... watch out sama yang namanya Quarter Life Crisis. Hihihihiii! *nakutin ala si Kunti :p

Jumat, 05 Juni 2015

"Esensi Khilafah"

"Esensi Khilafah"

 

Esensi Khilafah: Ukhuwah, Syariah dan Dakwah

Hari ini (Jumat, 3/10/14) jamaah haji sedang melakukan wukuf di Arafah. Esok hari (Sabtu, 4/10/14) adalah hari raya bagi umat Islam. Umat Islam disyariatkan mengerjakan shalat Id dan menyembelih hewan kurban.

Pada hari raya ini biasanya kita juga diingatkan tentang kisah keteladanan khalilulLâh Ibrahim 'alaihissalaam. dan putranya Ismail 'alaihissalaam. yang luar biasa. Keduanya menunjukkan ketundukan dan ketaatan total pada perintah Allah subhaanahu wa ta'alaa.

Senin, 25 Mei 2015

"Bahagia itu Dekat, Berbagi itu Nikmat"

"Bahagia itu Dekat..Berbagi itu Nikmat"



Sore itu sehabis pulang kantor, Umar mampir di sebuah kedai soto di jalan Gusti Ngurah Rai, Klender. Memesan semangkok soto dan duduk membaca koran menunggu macet yang belum juga terurai.

Seorang ibu setengah tua dengan 2 anak dengan penampilan sederhana masuk, " Mas, berapa harga semangkok soto?" tanya ibu.
" 10.000, Bu," kata penjual soto dengan senyuman.

"Kedua anak saya sungguh ingin makan soto, tapi uang saya hanya 7000 rupiah, apa bisa dibuat 2 porsi walau hanya kuah dan sedikit mie, tak menjadi masalah," tanya ibu sedikit ragu.

Kamis, 16 April 2015

"Qowi Saja Tidak Cukup"

"Qowi Saja Tidak Cukup"



Ya, "QOWI" (Kuat) saja tidak cukup...

Selain "Qowi" harus pula "Amiin" (Amanah). Mari kita simak, bagaimana dua syarat ini diajukan oleh wanita cerdas dari Madyan, ketika dia meminta kepada Ayahnya untuk mempekerjakan Musa alaihissalam, yang telah membantunya mengambilkan air dari sumur bersama, Allah abadikan dalam al Quran:

قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ ۖ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ

Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Wahai ayahku ambillah ia sebagai pekerja kita, karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kau jadikan pekerja ialah orang yang QOWI (kuat) lagi AMIIN (dapat dipercaya)". (QS. Al Qashash/28: 26)

Senin, 30 Maret 2015

"Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur"

"Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur"


  • Tugas Utama Manusia
Tugas utama manusia adalah menyembah Allah subhaanahu wa ta'alaa, salah satunya seperti yang dijabarkan dalam QS. Hud/11: 61

Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya*, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)"

*Pemakmurnya di sini ditujukan kepada yang tunjuk tangan dan menyanggupinya.

Senin, 16 Maret 2015

"Kebijakan Kapitalistik Penyebab Utama Harga-Harga Naik"

"Kebijakan Kapitalistik Penyebab Utama Harga-Harga Naik"


Setelah harga beras naik, harga kebutuhan pokok lainnya pun ikut naik (Republika, 9/3). Kenaikan harga juga terjadi pada barang dan jasa lainnya. Kenaikan harga itu bukan saat ini saja, namun sudah terjadi sejak Jokowi menaikkan harga BBM pada 18 November 2014 lalu.

Akibat Kebijakan Kapitalistik 

Harga beras naik sekitar 30% pada bulan Februari dan hanya sedikit turun memasuki bulan Maret. Memasuki bulan Maret, harga cabai, bawang dan sebagian sayuran juga naik lagi.

Harga gas juga naik. Pertamina menaikkan harga gas 12 kg menjadi Rp 134 ribu pertabung. Sebagian orang lantas beralih ke gas 3 kg. Gas 3 kg di beberapa daerah pun langka. Harganya naik menjadi Rp 20 ribu pertabung.

Harga BBM mulai 1 Maret 2015 untuk jenis Premium juga naik. Di luar Jawa-Madura-Bali, harga Premium naik dari Rp 6.600/liter menjadi Rp 6.800/liter. Di Jawa-Madura-Bali, harganya naik Rp 100/liter menjadi Rp 6.900/liter.

Seakan kurang, masih ada lagi yang akan dinaikkan oleh Pemerintah seperti tarif listrik, tarif tol dan iuran BPJS. Dengan alasan defisit, iuran BPJS diusulkan naik. Tarif listrik akan dinaikkan lagi agar sama dengan harga keekonomian. Pemerintah pun akan mengenakan PPN 10% untuk tarif tol per 1 April. Itu artinya per 1 April tarif semua ruas tol akan naik 10%. Dipastikan hal itu akan menaikkan biaya logistik dan transportasi. Berikutnya, lagi-lagi harga berbagai barang juga akan naik. Ini akan makin parah sebab pada Oktober 2015 nanti tarif 20 ruas tol akan dinaikkan lagi sekitar 15%.

Semua itu diperparah oleh nilai mata uang rupiah yang terus terpuruk. Nilai rupiah malah terus terpuruk sejak beberapa hari setelah Jokowi dilantik. Bahkan mengutip Reuters, Kamis (5/3/2015), dolar AS saat ini tembus sampai Rp 13.020. Dolar AS berada di posisi terkuat dalam 17 tahun terakhir.

Jelas, penyebab utama kenaikan harga-harga itu adalah kebijakan Pemerintah yang sangat kapitalistik. Akibatnya, rakyat makin tercekik.

Selasa, 10 Maret 2015

"Kandungan Doa Sapu Jagad"

"Kandungan Doa Sapu Jagad"

 

Penjelasan Doa “Rabbana Atina Fid Dunya Hasanah”

Diantara doa yang Allah Ta’ala ajarkan dalam Al Qur’an adalah doa:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.” (QS. al-Baqarah : 201).

Selasa, 24 Februari 2015

"Salah Pilih Idola"

"Salah Pilih Idola"



Jangan Salah Pilih Idola!

Bismillah walhamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du.

Perkembangan kehidupan beragama Islam di negara kita

Alhamdulillah, banyak kaum muslimin di negara kita semakin meningkat kualitas keagamaan mereka. Hal ini nampak -di antaranya- dari semakin maraknya majelis-majelis ta’lim yang berciri khas sesuai dengan sunnah, diiringi dengan semangat yang semakin meningkat dalam mengamalkan ilmu-ilmu yang didapatkan di majelis-majelis ta’lim tersebut dalam kehidupan sehari-hari di berbagai bidang. Kalau dibandingkan kehidupan beragama Islam di negara kita sekarang dengan tempoe doeloe, saat tahun-tahun perjuangan kemerdekaan, tentu jauh berbeda, itu tidak bisa kita pungkiri dan itu harus kita syukuri.

Selasa, 17 Februari 2015

"Hakikat Kehidupan Dunia"

"Hakikat Kehidupan Dunia"



Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, “Dunia itu hijau dan manis” (HR. Muslim no. 7124). Namun, dunia juga merupakan cobaan. “Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya” (QS. Al Kahfi: 7).

Selasa, 27 Januari 2015

"Masyarakat Sakit"

"Masyarakat Sakit"



Kapitalisme Sekuler Menyebarkan Populasi “Masyarakat Sakit” di Barat dan Timur

Isu tentang resiko punahnya  populasi Korea Selatan yang muncul sejak awal September lalu, terdengar cukup fantastis di telinga kita yang awam. Pertanyaan pertama yang muncul di benak adalah kenapa masyarakat dengan kondisi perekonomian maju, tingkat kesejahteraan tinggi dan laju modernisasi yang cepat justru menghadapi resiko kepunahan populasi? Pertanyaan ini butuh jawaban.

Berdasarkan hasil penelitian Badan Penelitian Nasional Korsel (NARS) yang dirilis akhir Agustus lalu, menjadi alarm bahwa populasi penduduk Korea Selatan berpotensi mengalami kepunahan lantaran angka kelahiran yang merosot drastis ke angka terendah yakni pada poin 1,19 tiap perempuan. Simulasi penelitian menunjukkan populasi penduduk akan menyusut dari 50 juta pada saat ini menjadi 40 juta pada 2056 dan 10 juta saja pada 2136. Kemudian orang Korsel terakhir yang tersisa bakal hidup sampai 2750. Hingga akhirnya bangsa Korsel bakal punah.

Problem kependudukan di Korea Selatan sesungguhnya mengingatkan kita pada isu yang sama yang juga menimpa Jepang dan negara-negara macan Asia beberapa dekade terakhir ini. The Diplomat bahkan mengatakan jika perkiraan terbaru ini akurat maka kawasan ini –bukan hanya Korea Selatan- menghadapi ancaman demografis yang lebih besar yakni : kepunahan. Korea Selatan, Jepang, Taiwan, dan Singapura tengah berjuang keras membiayai beban tunjangan sosial buat penduduk usia senja mereka yang jumlahnya kian banyak. Hampir sama seperti Korea Selatan, sekitar 39.6 persen penduduk Jepang akan pensiun pada 2050. Menurut sebuah studi yang dirilis Universitas Tohoku, Jepang pada 2012, penduduk Negeri Sakura juga akan punah seribu tahun mendatang, dengan anak terakhir yang lahir pada 3011. Sebuah ironi dan paradoks, negara-negara yang dijuluki sebagai “keajaiban Asia Timur” karena keberhasilannya menjelma menjadi kawasan-kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tinggi, kini
menghadapi resiko kepunahan rasnya sendiri sebagai sebuah bangsa.

Sabtu, 15 Februari 2014

"24 Jam"



“24 Jam”

Allah menganugerahkan waktu untuk kita 24 Jam dalam sehari. Kita gunakan untuk apa sajakah 24 Jam tersebut?

Mari kita sama-sama membuat sebuah ilustrasi umum:

  • 2 Jam -> Sholat (asmusi sholat wajib dan semua sholat sunnah kita lakukan sepenuhnya dengan khusyu’)
  • 6 Jam -> Tidur (Mungkin sebagian kita ada yang sampai 8 Jam)
  • 16 Jam Tersisa -> Kita alokasikan untuk apa?

Pada umumya 16 Jam tersisa kita gunakan untuk bermuamalah, yakni bersosialisasi. Bersosialisasi di sini termasuk mencari nafkah, jual beli, silaturrahim, berhibur, dan lain sebagainya. 

Pertanyaannya, apakah 16 Jam itu juga sudah kita gunakan untuk ibadah? Ataukah malah sebaliknya? Memangnya bisa ya 24 Jam digunakan untuk ibadah sepenuhnya? Jawabannya: SANGAT BISA.

"Demi Waktu"

"Demi Waktu"



Setiap orang dianugerahi ruang dan durasi waktu yang sama, 24 jam sehari, tidak lebih semenit pun, juga tidak kurang sedetik pun. Setiap seorang mempunyai tabung waktu yang sama. Maka cara terbaik mengisinya adalah mendahulukan batu-batu besar, batu yang lebih kecil, butiran pasir, dan terakhir, air. Bandingkan jika kita mengutamakan pasir-pasir dan kerikil, maka takkan ada ruang lagi untuk batu besar. (baca juga 24 Jam)

Batu-batu besar tadi ibarat tugas-tugas besar dan terpenting dalam misi kehidupan kita. Tugas terbesar dalam hidup ini hanya ada dua; sebagai khalifah, pemakmur bumi dan sebagai Abdullah, mengistimewakan Allah di atas segalanya. Tidak Kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah-Ku. (QS. 51: 56).

Sabtu, 25 Januari 2014

"Keseimbangan Hidup"

"Keseimbangan Hidup"













 “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang tengah, agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.” (QS al-Baqarah/2:143).

Jumat, 24 Januari 2014

"Indahnya Qana'ah"

"Indahnya Qanaa"









Entah apa yang ada di hati dan benak para pelaku korupsi, kolusi, nepotisme, eksploitasi, rasywah, money laudering, gratifikasi, dan berbagai kebejatan serupanya. Demi dunia, mereka rela menggadaikan harga diri dan agama.

Anehnya, pelaku kejahatan itu umumnya orang-orang besar, berpendidikan tinggi, mengerti agama, dan memiliki aset harta yang sukar dihitung jumlahnya. Begitulah profil manusia kalau sudah kehilangan sikap qanaah.

"Berpikir Sederhana"

"Berpikir Sederhana"


Terpetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan membawa busur dan tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawa hasil buruan yang paling besar, yaitu seekor rusa. Cara berburunya pun tidak pakai anjing pelacak atau jaring penyerat, tetapi menunggu di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-binatang buruan.

"Pensil Kehidupan"

"Pensil Kehidupan"





















Melihat Neneknya sedang asyik menulis Adi bertanya, “Nenek sedang menulis apa?”

Mendengar pertanyaan cucunya, sang Nenek berhenti menulis lalu berkata, “Adi cucuku, sebenarnya nenek sedang menulis tentang Adi. Namun ada yang lebih penting dari isi tulisan Nenek ini, yaitu pensil yang sedang Nenek pakai. Nenek berharap Adi dapat menjadi seperti pensil ini ketika besar nanti.”

“Apa maksud Nenek bahwa Adi harus dapat menjadi seperti sebuah pensil? Lagipula sepertinya pensil itu biasa saja, sama seperti pensil lainnya,” jawab Adi dengan bingung.

"Kesedihan Dunia"

"Kesedihan Dunia"



`Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu `anhu menulis surat kepada `Abdullah bin `Abbas Radhiyallahu `anhu yang isinya, "Amma ba`du. Sesungguhnya seseorang merasa rugi dengan sesuatu yang hilang darinya, padahal hal itu tidak akan bisa ia dapatkan dan merasa bahagia dengan mendapatkan sesuatu yang pasti ia dapatkan. Maka berbahagialah dengan apa-apa yang aku ucapkan dari urusan akhirat dan menyesallah dari sesuatu yang hilang darimu akan urusan akhirat, janganlah terlalu bahagia dengan apa yang engkau dapatkan dari urusan dunia. Dan jadikanlah semua fikiranmu tertuju kepada sesuatu yang terjadi setelah kematian. "

"Misi Sebuah Kehidupan"

"Misi Sebuah Kehidupan"













Pembahasan kita kali ini adalah menjawab pertanyaan : Untuk apa kita mempelajari Ruh dan Jiwa? Kenapa nggak cuek aja? Toh, dipelajari atau tidak, Ruh dan Jiwa itu sudah ada di dalam tubuh dan terlibat dalam kehidupan kita?

Orang Jawa mengatakan untuk mengetahui: ‘sangkan paraning dumadi’ alias asal usul dan tujuan kehidupan. Darimanakah kehidupan ini muncul dan akan kemanakah kita sesudah itu? Hal yang sama telah dilakukan oleh para ilmuwan, filsuf, dan orang-orang bijak sepanjang sejarah kemanusiaan.

Inti dari semua itu adalah untuk mengetahui untuk apakah kita ada? Apakah sebenarnya misi utama kehidupan kita? Apakah sekadar ‘mengalir’ begitu saja? Ataukah, memiliki tujuan tertentu?