Selasa, 10 Maret 2015

"Mabuk Asmara dan Terapinya"

"Mabuk Asmara dan Terapinya"


* MABUK ASMARA DANTERAPINYA *

Kisah kasih asmara itu lazim disebut dengan “asmara pra nikah”. “Mabuk asmara” bukan cinta dalam bentuk “anugerah”, tapi lebih merupakan kecenderungan birahi yang tak terkendali.

Berikut ini beberapa terapi yang dapat menyembuhkan dari mabuk asmara:

1.Ikhlas kepada Allah سبحانه و تعالى

2.Berdoa

3.Menahan pandangan

4.Banyak berpikir dan berdzikir. Hendaklah setiap orang senantiasa ingat bahwa seluruh perbuatannya akan dimintai pertanggungjawaban. Seharusnya ia berpikir bahwa perbincangan dengan kekasihnya akan ditanyakan nanti di hari kiamat. Hendaklah dia berpikir betapa malu dirinya kelak, ketika Allah سبحانه و تعالى mencela perbuatannya

5.Menjauh dari orang yang dicintainya. Sebab, memisahkan diri dan menjauhinya akan mengusir bayangan orang yang dicintai dalam hatinya. Hendaklah ia bersabar menanggung perpisahan beberapa saat walaupun sulit pada awalnya.

6.Menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat.

7.Menikah. Sebab, pernikahan itu mencukupi segalanya, penuh berkah, dan menjadi solusi. Jika orang yang dicintainya adalah wanita yang mungkin dinikahi, hendaklah memohon kepada Allah untuk memudahkannya. Jika ia tak bisa menikahinya karena sebab-sebab tertentu, maka hendaklah ia bersabar dan memohon kepada Allah agar diberi jalan keluar.

8.Menengok orang sakit, mengiringi jenazah, menziarahi kubur, melihat orang mati, berpikir tentang kematian dan kehidupan setelahnya.

9.Senantisa menghadiri majelis ilmu, duduk bersama orang-orang zuhud, dan mendengar kisah-kisah orang shalih

10.Memangkas habis ambisi dengan membuang rasa putus asa

11.Selalu konsisten menjaga shalat dengan sempurna

12.Menjaga kharisma agar tidak jatuh kepada perbuatan yang tercela. Orang-orang yang memiliki harga diri, tidak pernah mau terikat menjadi budak sesuatu. Lihat saja, betapa hawa nafsu menyebabkan orang-orang mulia menjadi hina.

13.Menjaga kemuliaan diri, kesucian dan kehormatannya

14.Membayangkan cela yang terdapat pada diri orang yang dicintainya,.

15.Memikirkan akan ditinggal pergi orang yang dicintainya, baik ditinggal mati atau ditinggal pergi tanpa keinginannya atau ditinggal karena sudah bosan

16.Memikirkan akibat perbuatannya. Orang yang berakal adalah orang-orang yang dapat menimbang apakah cintanya itu akan melahirkan kenikmatan ataukah kesengsaraan.

17.Memikirkan betapa banyak hal-hal yang bermanfaat menjadi luput disebabkan menyibukkan diri dengan cinta seperti ini.

18.Melihat kondisi para pemabuk cinta. Bagaimana derita yang mereka tanggung. Betapa berantakan segala urusan dunia dan akhirat mereka. Bandingkanlah orang-orang yang menghabiskan hidup untuk cinta buta dengan orang-orang yang memiliki cita-cita yang tinggi dan luhur serta keinginan yang kuat.

(Sumber: Keajaiban Cinta (The Miracle of Love); Abu Umar Basyir)
Baca juga:  Cinta Terlarang, Sebab, Akibat, dan Terapinya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar