Selasa, 25 November 2014

“Prasyarat: 4 Kedewasaan untuk Menikah”



“Prasyarat: 4 Kedewasaan untuk Menikah”

Prasyarat kedewasaan tanda siap dan pantas untuk menikah:

1. Dewasa Biologis
2. Dewasa Sosial
3. Dewasa Agama
4. Dewasa Ekonomi

 ***


 Pada suatu kesempatan, seoarang rekan guru menceritakan pengalaman menjemput jodohnya. Lengkap dengan proses sampai hari pernikahan. Pengalaman beliau sangat unik. Tapi, cerita beliau tidak berhenti sampai di situ.

Beliau justru lebih dominan menyampaikan pandangan-pandangan beliau terkait pernikahan. Sebetulnya beliau bercerita kepada satu rekan guru yang lain, hanya saja karena saat itu memang penulis juga sedang dalam satu ruangan dengan mereka, jadilah penulis ikut pasif mendengarkan.

Semakin didengarkan, semakin menarik. Pandangan-pandangan beliau sungguh bernilai, setidaknya bagi penulis pribadi. Salah satunya pandangan beliau mengenai kapan seseorang dikatakan siap dan pantas untuk menikah.

Seseorang, khususnya laki-laki, dikatakan siap dan pantas untuk menikah jika telah memiliki 4 kedewasaan, yaitu:

1. Dewasa Biologis

Dewasa biologis ditandai dengan semakin baiknya fungsi biologis dalam tubuh seseorang. Artinya, seorang laki-laki yang baru memasuki usia baligh masuk kategori ini. Apakah artinya anak usia SMP bahkan SD (yang telah baligh) sudah pantas menikah?

2. Dewasa Sosial

Dewasa sosial ditandai dengan “pengakuan” orang-orang di sekitar dengan pertanyaan yang seolah sudah ada kesepakatan di antara mereka sebelumnya: “Kapan nikah?” Glek! Seketika menjadi tergagap, seolah waktu berhenti berdetak.

Yang jelas, jika pertanyaan ini sudah sering didapatkan dari orang-orang di sekitar, artinya tahapan dewasa sosial telah dicapai. Bisa jadi, siapapun yang telah mencapai tahapan ini dapat dikatakan pantas untuk menkah. Tapi, apakah memang sudah siap?

3. Dewasa Agama

Sebagai seorang muslim, agama tentu harus menjadi nilai kehidupan yang harus selalu diterapkan dalam setiap helaan nafas. Termasuk dalam pernikahan. 

“Jika datang kepadamu orang yang kau sukai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia. Jika tidak, akan muncul banyak bahaya dan kerusakan.” (HR. At. Tirmidzi dan Ibnu
 Majah

 Wanita itu dikawini karena empat hal: pertama karena kecantikannyakedua karena  hartanya, ketiga karena nasabnya dan keempat karena agamanya, maka pilihlah karena agamanya, hidupmu akan bahagia  (HR Bukhari dan Muslim)

Dewasa agama tidak harus hafal sekian juz atau ingat sekian hadits. Yang dimaksud dewasa agama adalah mampu menjadikan sendi-sendi agama sebagai pola pikir. Mampu mendarahdagingkan agama dalam pikiran dan tindakan. Sehingga dalam hal apapun selalu dikaitkan dengan agama, bahkan sering tanpa sadar. Inilah tanda sesorang telah mencapai tahapan kedewasaan secara agama.

Sampai tahap ini, seseorang dikatakan sudah sangat siap dan pantas untuk menikah. Tapi ternyata ada satu lagi yang menjadi kesempurnaan, meskipun tidak terlalu penting sebetulnya. Apakah itu?

4. Dewasa Ekonomi

Semua orang sudah sangat faham apa yang dimaksud dengan dewasa ekonomi. Yap, mapan! Apakah wajib? Tidak. Apakah harus? Tidak juga.

"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui". (An Nuur: 32)

Meskipun begitu, dewasa ekonomi merupakan tahapan yang semakin memantaskan seseorang untuk menikah. Dan membuat lebih siap juga. Tapi sekali lagi, dewasa ekonomi bukan sesuatu yang diharuskan. Mengingat masih banyak yang merasa belum siap menikah karena kekhawatiran-kekhawatiran terkait ekonomi. Jadi, tidak perlu menunggu kaya dulu baru menikah. Yang betul, menikah dulu baru kaya, insya Allah. Seperti yang Allah tegaskan dalam ayat di atas. Allaahu a’lam.

Semoga Allah memudahkan kita semua dalam rangka menggenapkan setengah agama yang sangat dianjurkan Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallaam. Aamiin.

Jazakumullah khoiron katsiron Kang Adi atas ilmunya. Semoga apa yang dituangkan di sini, tidak berbeda dengan yang antum sampaikan. Kalau ada kekeliruan mohon maaf dan minta koreksinya ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar