Rabu, 27 Agustus 2014

"Sebelum yang Tujuh"


"Sebelum yang Tujuh"


Sebelum...
  1. Miskin dan Fakir yang menyibukkan
  2. Kaya yang kekayaannya melampaui batas
  3. Sakit yang membuat kita tidak bisa berbuat apapun 
  4. Masa Tua yang melelahkan
  5. Kematian yang mendadak 
  6. Dajjal yang datang membawa kerusakan
  7. Hari Kiamat yang datang membawa kehancuran

                Kita selaku manusia biasa tidak akan pernah sempurna. Masing-masing kita punya salah dan dosa, baik yang sengaja maupun tidak kita sengaja, baik terhadap sesama manusia dan makhluk lain di bumi maupun terhadap Sang Pencipta. 

                Namun begitu, kita tidak perlu khawatir, Allah Yang Maha Menyayangi memberikan banyak jalan bagi kita agar dosa-dosa kita diampuni selagi kita masih hidup. Diantaranya adalah dengan banyak-banyak melakukan kebaikan. Kebaikan-kebaikan yang kita lakukan atas izin Allah Ta’alaa akan menjadi penebus dosa-dosa yang pernah kita perbuat. Seperti yang disampaikan oleh Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasalaam dalam hadits shohih berikut:
عَنْ أَبِي ذَرّ جُنْدُبْ بْنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذ بْن جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ.[رواه الترمذي وقال حديث حسن وفي بعض النسخ حسن صحيح]
Dari Abu Dzar, Jundub bin Junadah dan Abu ‘Abdurrahman, Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada dan susullah sesuatu perbuatan dosa dengan kebaikan, pasti akan menghapuskannya dan bergaullah sesama manusia dengan akhlaq yang baik”. [HR. Tirmidzi, ia telah berkata: Hadits ini hasan, pada lafazh lain derajatnya hasan shahih]

                Hadits di atas selayaknya menjadi penyemangat bagi kita untuk tetap konsisten beramal baik, sekecil apa pun. Karena kebaikan apapun yang kita lakukan, insya Allah akan menjadi jalan pengampunan dosa-dosa kita. Aamiin.

Namun perlu dicatat juga bagi kita bahwa dalam beramal baik haruslah disegerakan. Seperti dalam firman Allah Ta’alaa berikut, yang artinya:

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونُواْ يَأْتِ بِكُمُ اللّهُ جَمِيعاً إِنَّ اللّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (TQS. Al-Abaqarah/2:148)

                Sebagai penguat, mari kita segerakan amal baik sebelum tujuh hal berikut:
1.       Sebelum Miskin dan Fakir yang menyibukkan
2.       Sebelum Kaya yang kekayaannya melampaui batas
3.       Sebelum Sakit yang membuat kita tidak bisa berbuat apapun
4.       Sebelum Masa Tua yang melelahkan
5.       Sebelum Kematian yang mendadak
6.       Sebelum Dajjal yang datang membawa kerusakan
7.       Sebelum Hari Kiamat yang datang membawa kehancuran

Semoga kita semua termasuk dalam golongan hamba Allah Ta’alaa istiqomah dalam menyegerakan beramal baik terhadap sesama. Aamiin yaa Robb…

Allaahu a’lam bis showab.

Oleh: Fauzi Daeji Ahmad, disarikan dari kajian mingguan pada 27 Agustus 2014 di Bintang Pelajar Pajajaran Bogor bersama Ust Kemal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar