Sabtu, 12 Juli 2014

Dialog-Dialog Penuh Hikmah "Para Pencari Tuhan Jilid 5"

Dialog-Dialog Penuh Hikmah "Para Pencari Tuhan Jilid 5"



17 Agustus 2011 pukul 17:01
(Mohon koreksinya jika ada yang salah, kurang, atau lebih.)

Dialog-Dialog di bawah ini disusun dan dikutip dari "Para Pencari Tuhan Jilid 5" yang ditayangkan selama bulan Ramadhan 1432 H. Insya Allah dialog-dialog berikut diambil dari setiap episode-nya yang berkesan bagi penyusun. Dan bagi penyusun, kesan dan hikmah dari dialog-dilaog tersebut akan lebih bermanfaat untuk dikutip dan disebarkan. Semoga bermanfaat.



Dialog 1 
Bu Irmawati (istri Pak Jalal) : "Apalah arti ikhtiar seorang istri jika suami tidak mengizinkan"
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 2
Azzam (kepada Aya yang tanpa bukti mencurigai bahwa isu meteor jatuh didalangi oleh Pak RW dan rekan-rekannya) : "Kebenaran itu datang bukan melalui kecurigaan, melainkan melalui ketenangan, kedamaian, dan kerendahan hati"
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 3
Juki (kepada Emak tirinya dan Bang Uyan yang saling memanggil dengan 'panggilan sayang' ala mereka berdua) : "Suami ya suami, istri ya istri, tidak bisa jadi kakak, adik, paman, bibi, atau semacamnya. Kebanyakan kita emang salah kaprah ya. Siti Aisyah dulu tetap dipanggil Siti Aisyah, bukan Aisyah Muhammad (atau Bu Muhammad). Tidak juga beliau berdua saling memanggil dengan 'panggilan sayang', misalnya abi-umi."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 4 

Bu Widya (kepada Azzam dan Aya saat disinggung tentang PDKT-nya Bang Jack) : "Kalian tahu apa itu kesetiaan? Kesetiaan adalah sesuatu yang tidak berakar dan tidak ada yang mencengkeram. Yang mampu menjaga kesetiaan kita adalah tangan kita sendiri. Mama tidak mau ada yang merusak kesetiaan Mama terhadap Papa kamu, Zam!"
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 5

Azzam (kepada Mamanya yang merasa tidak nyaman dengan PDKT-nya Bang Jack) : "Allah mengingatkan Nabi Muhammad SAW untuk tidak menghalalkan yang haram atau mengharamkan yang halal. Hanya janda-janda Nabi Muhammad SAW yang diharamkan untuk menikah atau dinikahi. Dan Mama, tidak termasuk ke dalam golongan mereka"
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 6

Bu Irmawati (kepada Loli yang berpendapat berjilbab itu yang penting bersihkan hati terlebih dahulu) : "Loli, perintah berjilbab untuk perempuan itu ditujukan untuk semuanya, baik yang berhati mulia maupun yang sebaliknya. Masalah hati, itu urusan kamu (sebagai hamba) sama Allah"
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 7

Ustadzah Haifa (kepada suaminya, Ustadz Ferry, yang menanyakan perihal warna apa yang terlihat pada dirinya) : "Warna pelangi manisnya tahajud Pah. Merah untuk keberanian jihad, kuning untuk sunah, hijau untuk kesegaran iman setiap pagi, dan biru untuk kelapangan sabar"
#DialogPenuhHikamhPPT5#

Dialog 8

Aya (kepada Azzam yang meragukan kesungguhan cintanya) : "Azzam, menjelang akhir zaman ini, banyak hal hal yang menyerupai kebalikannya. Keburukan menyerupai kebaikan, nekat menyerupai keberanian, pengecut menyerupai kehati-hatian, frustasi menyerupai keyakinan, kikir menyerupai hemat"
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 9

Asrul (kepada Udin di tengah-tengah perbincangan mengenai perubahan nasib orang-orang di sekitar mereka) : "Tidak alasan bagi kita untuk tidak bersyukur meski yang terhidang di piring kita hanyalah kerikil dan ranting-ranting.
Bumi mungkin memang lebih besar daripada manusia, tapi takdir hidup kita ada di bawah pijakan kaki kita masing-masing, Din.
Kita diperbolehkan untuk mencintai asalkan jangan sampai menghamba, karena bisa-bisa Dia cemburu. Kita juga diperbolehkan untuk menangis asalkan jangan sampai meraung-raung seolah-olah Dia hanya memberi keburukan pada kita"
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 10
Aya (kepada semua yang hadir di rumahnya ihwal niat poligami Azzam) : "Saya ingin agar ini tidak menjadi fitnah, sekaligus ini sebagai jaminan dari saya agar tidak terjadi pernikahan diam-diam. Karena tidak ada pernikahan yang paling mulia kecuali pernikahan yang sesuai syariat" #DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 11
Kalila (kepada semua yang hadir di rumah Aya-Azzam ihwal niat poligami Azzam) : "Saya tidak mau masuk ke sebuah negeri jika di sana belum ada keadilan. Saya takut menjadi korban kedzaliman atau justru menjadi pemicu kedzaliman."
#DialogPenuhHikmaahPPT5#

Dialog 12
Ustadzah Haifa (kepada Herlina yang meminta pencerahan perihal niat perceraiannya dengan suaminya, Udin, sambil mengupas bawang merah) : "Pernikahan itu seperti bawang merah ini yang keindahannya ada di dalam. Kita harus mengupas kulit luarnya satu per satu. Jika masih ada kotoran, ya kita kupas lagi, sampai gundul. Eh..aduuh, pokoknya tunggu minggu depan aja deh!
Proses perceraian itu butuh orang-orang yang berikhtiar untuk menentang. Sabar ya untuk sesuatu yang dibenci Allah ini.."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 13
Ustadz Ferry (kepada Herlina yang meminta pencerahan perihal niat perceraiannya dengan suaminya, Udin, sambil menenteng golok) : "Perceraian itu seperti golok yang tercerabut dari sarungnya yang siap melukai tangan, badan, kaki, atau bagian lainnya dari tubuh kita atau tubuh orang lain. Aduuh, lengkapnya minggu depan aja ya.."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 14
Mira (kepada suaminya, Asrul, yang terlalu berlebihan dalam menyampaikan dakwah kepada pelanggan soto di warungnya) : "Ilmu akan berwajah buruk di tangan orang-orang seperti abang. Kita hanya bertugas menyampaikan, Allah lah yang menentukan akan memasukkan hidayah-Nya ke hati siapa."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 15
Mira (kepada Udin yang datang ke rumahnya untuk menemui Herlina dengan sangat girang karena telah menemukan buku nikah mereka.) : "Bang Udin, sebaik-baiknya keburukan (perceraian-red) adalah keburukan yang ditunda."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 16

Bang Jack (kepada Mas Jueng yang menyarankan Bang Jack untuk menggunakan Zodiak juga dalam misi PDKT-nya) : "Mas Jueng, Apakah Allah menjodohkan Nabi Adam dan Siti Hawa melalui zodiak, Apakah karena zodiak Maryam tidak dinikahi oleh satu pun dari seluruh laki-laki yang ada di bawah kolong langit ini, Apakah ketetapan Allah atas nabi dan rasul-Nya berdasarkan zodiak? Takdir Allah itu kebanyakan terwujud berdasarkan ikhtiar dari masing-masing manusia, Mas Jueng"
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 17

Bu Irmawati (kepada Bang Udin yang agak jengkel dengan sikap Pak Jalal yang gengsi untuk meminta bantuan dan Bang Asrul yang takut untuk menawarkan bantuan) : "Jangan 'terkesima', Bang Udin! Mereka memang bukan sahabat yang baik. Mereka adalah sahabat yang mementingkan ego mereka sendiri-sendiri di balik rasa sungkan. Hidup tidak berjalan dengan cara seperti itu!"
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 18

Bu Widya (kepada putranya, Azzam, yang terlihat amat bingung untuk memilih apakah akan menghabiskan sisa mie goreng milik Kalila terlebih dahulu, atau sisa nasi goreng milik Aya terlebih dahulu) : "Mana yang akan kamu makan duluan tanpa menyakiti salah satu dari perempuan ini?"
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 20
Chelsea (kepada Linda dan Koh Ang saat diprotes kenapa di depan wartawan tidak menceritakan kisah pengusiran Chelsea, Juki, dan Barong dari Musholla oleh Bang Jack-sebagai upaya promosi terselubung atas sinetron "Bukan Anak Sapi" yang akan mereka bertiga bintangi-red):
"Linda, Koh Ang..pengusiran itu aib keluarga. Dan Bang Jack sudah kami anggap sebagai keluarga kami. Saya tidak mau nantinya Bang Jack dikenal sama media dan pemirsa sebagai tukang usir"
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 21
Mira (kepada Asrul saat sedang bersama melihat perliku Pak Jalal yang mengenakan helm sembari beres-beres buka warung soto) : "Rasa malu itu letaknya di wajah, Bang. Jadi harus ditutupi. Tidak semua orang mampu menggunakan wajahnya untuk segala keadaan."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 22

Asrul (kepada Bang Udin dan Pak Jalal saat sedang bersantai di malam hari) : "Kita ini hanya setitik debu dalam setruk pasir. Tapi kenapa kita yang sekecil ini ditunjuk sebagai khalifah. Karena hati, akal dan pikiran kita mampu menerima sebanyak apapun ilmu yang diberikan Allah. Sementara matahari hanya mampu memanasi sekelilingnya tanpa mengenal dirinya sendiri. Itu artinya manusia itu mahluk yang lebih besar dari dunia. Tapi kenapa ya justru dunia juga yang terkadang mempengaruhi tujuan hidup manusia?"
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 23
Bu Widya (kepada Azzam) : "Jangan main-main dengan hati wanita, Zam! Karena sekali dia jatuh, lumpuh dan terkapar, kamu harus menggendongnya!"
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 24
Bang Jack (kepada Bang Mamo, tukang sekoteng) : "Saya ga jadi pinjem lampu abang karena tujuan saya baca Quran ini bukan karena Allah melainkan karena hawa nafsu."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 25
Ustadz Ferry (kepada Asrul yang belakangan ada keganjilan dalam dirinya) : "Pijakan syariat itu penting. Supaya kita gak kehilangan arah, gak keluar dari sunnah yang benar. Supaya lu paham lu sedang ada di mana karena lu ngerti koordinatnya.
Hati-hatilah ketika mengamalkan ilmu, tapi yang pertama, hati-hatilah ketika menuntut ilmu."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 26
Mira (kepada Asrul yang sudah mulai merasa keganjilan pada diri suaminya itu) : "Ini yang Mira takutkan selama ini. Abang hebat ketika mengarungi ombak dan lautan, tapi gagal menyelamatkan diri dari kubangan pasir hidup!"
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 27
Ustadz Ferry (kepada istrinya yang merasa yakin bisa memahami semua perkataannya tanpa melihat) : "Memangnya suara kayak gini cuma dari Papa? Syaitan bisa meniru apa pun untuk mengelabui manusia."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 28
Mira : "Mira cuma mempertanyakan, bagaimana mungkin Abang bisa berpikir bahwa amalan hati sudah cukup untuk mewakili ibadah kita?"
Asrul : "Karena tanpa hati yang bersih, hidup ini mau ke arah mana?"
Mira : "Tanpa tubuh dan perbuatan kita, hati akan bertempat di mana?"
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 29
Mira (kepada Udin dan Herlina yang membulatkan tekad memproses perceraian mereka, sekaligus sindiran untuk dirinya sendiri dan suaminya) : "Kadang, ketika perjalanan kita tenang dan nyaman, kita menjadi bosan. Lalu kita mulai berpikir untuk keluar dari jalan itu sejenak dan mencari kesenangan baru, kemudian kita terhanyut di sana dan lupa jalan untuk pulang.
Berharaplah Allah akan mengembalikan kalian ke jalan yang membosankan tadi."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 30
Bu Widya (kepada Azzam) : "Kamu selalu ingin memperlakukan seorang perempuan seperti seorang puteri. Itu hal yang gak mungkin, Zam!
Keadilan lebih mudah kalau dihitung dengan uang, tapi bagaimana kamu bisa menghitung perasaan perempuan?" 
#DilaogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 31
Asrul (kepada Pak Jalal dan Udin di pos ronda) :
"Apa yang kita cari dalam hidup ini? Kebebasan?
Manusia harus terikat pada sesuatu agar tidak melayang-layang seperti..
Layang-layang putus! (celetuk Udin).

Apa yang kita cari? Persahabatan?
Kita kalah jauh dengan iblis yang telah bersahabat dengan kesombongan yang melekat pada tiap-tiap sel darah merah.

Mau cari apa kita? Kesenangan?
Nabi Adam sudah mendahului kita sebagai manusia pertama yang mencicipi segala kesenangan dan kenikmatan surgawi.

(apakah yang kita cari adalah) Kemuliaan?
Siapa yang bisa menandingi kemuliaan Nabi Muhammad SAW yang menghadap Allah langsung untuk menerima perintah sholat?

Yang kita cari adalah jalan-jalan kenabian untuk mencapai posisi terdekat kepada Allah, baik dalam keadaan senang maupun sedih. Baik dalam keadaan kenyang maupun lapar. Baik dalam keadaan utuh maupun porak-poranda. Baik dalam keaadaan sendiri maupun berjamaah."
#DialogPenuhHikmahPPT5#


Dialog 32
Bu Widya (kepada Azzam) : "Berhentilah mengasihani perempuan. Dalam situasi seperti ini, laki-laki selalu menjadi pecundang yang paling menyedihkan, tapi (dia) tidak menyadari."
 #DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 33
Bang Jack (kepada Bu Widya yang menolak pemberian bunga darinya) : "Rasulullah SAW juga dulu pernah diberi hadiah oleh seseorang berupa sesuatu yang beliau tidak sukai, yaitu baju sutera. Tapi, beliau tetap memakainya di depan si pemberi dan habis itu dilepas lagi." 
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 34
Ustadz Ferry (kepada istrinya yang mempertanyakan kenapa masih ada orang yang mempercayai benda-benda keramat, apa mereka tidak percaya Allah) : "Sebagian mereka justru orang-orang yang sangat percaya kepada Allah, tapi ibadah-ibadah yang mereka lakukan dianggap kurang nendang sehingga perlu ditambahi unsur-unsur yang baru, bid'ah, musyrik, wallahu a'lam." #DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 35
Juki (kepada Chelsea dan Barong setelah mereka bertahan untuk tidak mau membuka aurat sesuai skenario "Bukan Anak Sapi") : "Semakin kita mendekat kepada Allah, semakin tinggi tingkat kesulitannya."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 36
Ustadz Ferry (kepada Bang Bonte yang melapor perihal penyalahgunaan Musholla oleh Pak RW cs dan takut dimusuhi) : "Te, walaupun seluruh manusia di dunia ini musnah dan tinggal lu sendiri, lu tetep ada yang musuhin, yaitu syaitan."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 37
Penjual buku (kepada Asrul dan Udin) : "Sering kita berindah-indah di hadapan manusia, tapi tambal sulam di hadapan Allah SWT."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 38
Aya (kepada Azzam yang protes karena teleponnya tak dijawab Aya) : "Karena seharian aku repot menata ulang pecahan-pecahan perasaanku. Tapi aku harus mengalahkan perasaanku, karena kalau enggak, perasaanku ke kamu bisa cacat, Zam!"
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 39
Ustadz Ferry (kepada Azzam yang mempertanyakan pembelaan Islam terhadap perasaan cinta) : "Pembelaan Islam terhadap perasaan cinta adalah dengan perintah menikah, itu lebih terhormat daripada solusi budaya manusia, pacaran."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 40
Kalila (kepada om dan tantenya sebelum menceritakan kisah cintanya yang memilukan yang juga merupakan alasan kenapa dia belum bisa mundur dalam keterlibatannya pada niat Azzam untuk berpoligami) : "Kalila gak tahu harus meyakini yang mana, kenyataan atau harapan? Semuanya serba labil."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 41
Ustadz Ferry (kepada istrinya perihal masalah yang dihadapi Azzam) : "Dia harus meninggalkan Kalila untuk menghindari keburukan, atau menikahi Kalila untuk menyegerakan kebaikan." #DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 42

Asrul (kepada Bang Jack yang memuji almarhumah istrinya sebagai wanita tercantik sedunia) : "Bagaimana dengan Siti Aisyah istri Rasulullah? Beliau sangat memuji kecantikannya, Bang!"
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 43

Mas Jueng (kepada Bang Jack yang tidak masalah hidup sendiri) : "Tapi nuansanya beda Bang. Bersama istri ada nuansa sunnah rasulnya. Hidup menjadi lengkap dan lurus menuju ridha Allah SWT."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 44

Mas Jueng (kepada Bu Widya) : "Monggo Bu Haji, ini Oyong bukan dari Bangkok atau Vietnam, tapi asli Indonesia!"
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 45

Bang Jack (kepada Mas Jueng yang berpendapat bahwa dalam urusan cinta tidak usah terlalu religi) : "Eh Mas, gak ada yang lebih romantis dengan melibatkan Allah dalam setiap keindahan yang kita alami."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 46

Bang Jack (kepada Mas Jueng yang menyarankannya untuk mulai bermain hati dalam PDKT-nya ke Bu Widya) : "Penguasa hati itu Allah, Mas. Jadi Allah yang berkuasa membolak-balikkan hati manusia."
#DialogPenuhHikmahPPT5#


Dialog 47

Azzam (menceritakan mimpinya kepada Aya dan mampu meluluhkan kemarahan Aya) : "Kita berjalan di kerumunan manusia, saya menggandeng tangan kamu. Suasana ramai sekali, tapi saya hanya memandang wajah kamu. Tiba-tiba di telapak tangan saya ada sejumput air telaga kautsar, saya berikan kepada kamu dan kamu meminumnya sampai habis. Sedangkan cinta sudah tidak punya lagi jatah. Kamu menangis dan aku tidak tahu harus bagaimana. Sampai kemudian saya berbaring dan membuka mulut saya dan meminum air mata kamu. Dan saya bilang, di tempat seperti ini saya masih bisa jatuh cinta sama kamu, istriku."
#DialogPenuhHikmahPPT5#


Dialog 48

Asrul (menerangkan tanda-tanda kebesaran Allah kepada Udin): "Dengan adanya kutu, maka manusia membuat obat kutu. Nah, karena banyak yang berkutu, obat kutu pun dibuat dalam industri besar yang menyerap ribuan karyawan."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 49

Asrul (kepada Udin): "Sudah siap kau menerima pelajaran berikutnya? Mmm, bukan pelajaran tapi sekedar sharing dari yang awak pahami. Rasulullah bersabda, berbedalah dengan orang musyrik, lebatkan janggut dan ratakan kumis."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 50

Azzam (kepada Aya yang meminta maaf karena pernah menolak bunga pemberiannya): "Yang penting kamu sudah membalasnya dengan memberikan bunga terbesar yang pernah tumbuh di bumi Allah, (yaitu) kamu."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 51

Asrul (kepada istrinya yang merasa heran dengan perubahan pada dirinya): "Ini bukan perubahan, Mira. Tapi perkembangan. Abang sedang menjalankan sunnah yang diperintahkan kepada umat. Abang sedang berkembang ke sana, bukan berubah menjadi sesuatu yang lain.
Justru kau yang mulai aneh. Kau ini siapa sehingga kau tidak bisa mengenali tanda-tanda saudara seimanmu?"
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 52

Bang Jack (kepada calon makmum saat seblum sholat dimulai): "Mungkin memang lebih baik kuburan Baha gak di sini, karena bisa mancing-mancing kemusyrikan dengan periwayatan-periwayatan yang gak jelas."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 53

Linda (kepada Juki-Chelsea-Barong yang berpendapat bahwa berita buruk akan tambah mempopulerkan mereka): "Berita buruk emang laku. Tapi itu aib, dan bagi gue, aib ya aib. Gue gak mau menggantungkan hidup artis gue dengan aib."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 54

Asrul (kepada yang protes ihwal pemindahan makam Baha): "Lebih utama kalian mendatangi orang shaleh yang masih hidup, yang masih bisa diajak bicara, dan yang masih bisa membagikan ilmunya."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 55

Udin dan Herlina (bersama-sama mengulang ikrar mereka berdua saat jambore dulu): "Tunas kelapa selalu sama dalam kesetiaan. Satu tunas satu pohon, yang tak pernah bercabang ke batang yang lain. Kelapa hijau, gading, sawit, cengkir, semua sama, setia pada pohon yang sama, yang akan tumbuh esok hari."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 56

Pak Hakim (kepada Pak RW): "Kegagalan itu ibarat pintu kaca yang bening, Pak. Kita gak tahu ada dia, sampai kita kejedot."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 57

Ustadzah Haifa (kepada Herlina yang terkesan tidak serius minta bercerai): "Ingat, seorang wanita muslimah yang minta cerai tanpa alasan yang dibenarkan syariat, apalagi cuma main-main, haram baginya mencium bau surga."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 58

Asrul (mengajak para jamaah yang hadir di pengajian kecil yang diadakan di rumahnya): "Kita laksanan sunah-sunah agama ini sebanyak mungkin. Kita ambil manfaatnya. Agama ini menyediakan manfaat, bukan kesesatan."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 59

Ustadzah Haifa (kepada Mira yang masih merasa aneh dengan suaminya): "Hati-hati, jaman sekarang melaksanakan sunah itu hampir menjadi sesuatu yang aneh. Suatu saat kamu bisa merasa aneh melihat seorang ibu yang akan melahirkan dan hanya ingin ditangani oleh dokter perempuan."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 60

Bang Jack (kepada Bang Bonte yang baru muncul kembali dari 'pelariannya'): "Bukan kebenaran itu yang menjadi masalah, tapi ketakutan itu yang membahayakan."
#DialogPenuhHikmah PPT5#

Dialog 61

Azzam (kepada Kalila): "Kamu tetap orang lain, dan saya tidak bisa berbuat apa-apa kecuali mempedulikan kamu dari balik tabir syariah. Tempat terbaik untuk dirimu adalah kesendirianmu bersama Allah."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 62

Azzam (kepada Kalila yang mempertanyakan apakah mereka berdua benar-benar telah berjauhan): "Wallahu a'lam. Hati tidak bisa mengenali jarak, untuk kedekatan atau berjauhannya sesuatu."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Dialog 63

Aya (memberi kejutan kepada Azzam dan menemuinya di Musholla): "Aku yang mendatangi suamiku untuk membuktikan ketaatanku. Terlalu banyak nikmat yang kurang kusyukuri."
#DialogPenuhHikmahPPT5#

Maka nikmat rabbmu yang manakah yang kau dustakan? (Tamat)

[Disusun selama bulan Ramadhan 1432 H]

Oleh: Fauzi Daeji Ahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar