Sabtu, 11 Januari 2014

"PING!!!"

PING!!!


       Itulah sapaan milik salah satu aplikasi tukar pesan populer. Sapaan ini bisa jadi sudah sangat familiar dengan kita, khususnya setelah ekspansinya ke sistem operasi lain. Sapaan singkat tersebut tujuannya adalah menyadarkan si pengguna aplikasi atas pesan masuk. Disertai dengan nada masuk yang juga bernada 'ping', sapaan ini memang memiliki ciri khas yang tidak ada duanya. Keunikan lainnya adalah dari segi tampilan. Sapaan ini diatur otomatis muncul dengan susunan huruf kapital, berwarna merah, dan diakhiri 3 buah tanda seru(!).

PING!!!

Pengirimnya bisa jadi punya tujuan tertentu:
- sekadar mengecek sebuah kontak sedang aktif atau tidak
- meminta respon segera atas pesan sebelumnya
- memancing sinyal pada saat sering delay (alasan ke-3 ini kurang valid, karena tidak ada hubungan antara pesan delay dengan sapaan ini)

PING!!!

Lalu, bagaimana kesan penerima sapaan ini?
Pengalaman berikut bisa menjadi gambaran umum sebagian orang.
===================================================================
      Saya juga sempat terganggu dengan mereka yang hobi sekali menggunakannya secara berlebihan. Dalam artian, menggunakannya berkali-kali. Sebenarnya, menurut saya sih fungsi dari “PING!!!” ini diciptakan dulu adalah untuk melakukan cross-check terhadap keberadaan seseorang yang akan kita ajak chat, bukan? Apakah dia menerima pesan yang kita terima? Atau dalam beberapa hal, kita menggunakannya untuk melakukan cross-check terhadap kekuatan sinyal yang menyebabkan pesan kita sebelumnya tidak terkirim atau terterima. Itu saja. Sehingga apa perlu melakukan pengiriman “PING!!!” hingga 5x, bahkan lebih?

PING!!!
PING!!!
PING!!!
PING!!!
PING!!!
PING!!!
PING!!!
PING!!!


Sumpah, sebal banget rasanya ketika membuka BlackBerry, dan di layar muncul runtutan 'PING!!!' hingga berkali-kali.



         Kalau saya, mendapat kiriman tulisan “PING!!!” (ya! huruf besar semua, awalnya warna merah, masih ditambah dengan tanda seru tiga biji pula), seperti sedang diteriakin “Woii!!” tanpa terlebih dulu disapa. Dan itu tidak menyenangkan. Apalagi dalam kasus saya ini, saya sampai dikirimi lima kali berturut-turut. Itu berarti kan saya seperti sedang diteriakin “Woii!“Woii!!” “Wooiii!!” “Wwwoooiiii!!!!!!” “WOOOOOOIIIIIIIIIII!!!!”.

         Bukan salah saya dong kalau saya kemudian menganggap si pengirim ini adalah orang yang sangat tidak sabaran? Apalagi saat pesan itu dikirimkan, saya sedang shalat. Jadi ya dia mau mengirim “PING!!!” jutaan kali sampai BlackBerry-nya berubah jadi Monas  juga, ya nggak akan saya respon. Lha wong saya lagi shalat!

        Bagaimana sih aturan mengirimkan si “PING!” ini sehingga tidak muncul adanya kesan tidak sopan dan tidak sabaran dari si pengirimnya? Dan apakah kita harus menyapa dulu baru kemudian diikuti dengan “PING!” ataukah sebaliknya? Saya sempat iseng mengeluarkan pertanyaan ini di Twitter. Dan jawabannya hampir mirip.

“Yang benar ya menyapa dulu, baru kemudian kalau nggak dijawab-jawab bisa mengirimkan “PING!!!”. Dan cukup sekali aja”

“Menyapa dulu. “PING!!!” cukup sekali. Kalau memang penting, ya telepon langsung!”

“Yang benar ya yang tidak usah “PING!!!” samasekali  ”

atau ada juga yang malah balas bertanya ke saya,

“Yang bener itu nyolek dulu baru manggil, atau manggil dulu baru nyolek?”

Hehehe.

         Jelas ya, intinya memang sama. Sebaiknya memang kita menyapa terlebih dulu. Itu sopan-santunnya. Baru kemudian ketika beberapa lama tidak mendapatkan respon, kita bolehlah mengirimkan “PING!!!” kepada teman chat kita tersebut. Siapa tahu dia tidak menyadari ada kiriman pesan dari kita. Bisa jadi itu terjadi karena mereka sedang dalam keadaan tertentu yang menyebabkan mereka tidak bisa segera memberikan respon. Meeting, sedang menyetir, BlackBerry tertinggal di rumah atau mungkin dalam keadaan tertentu, tahu ada kiriman pesan tetapi malas untuk membalasnya.

(http://ryudeka.com/?p=2108)
====================================================================

Begitulah pengalaman seseorang yang bisa jadi juga dialami banyak di antara kita.

PING!!!

Sapaan dengan huruf merah otomatis ini mengingatkan kita akan pesan guru waktu SD dulu,
"Kalau menulis jangan gunakan tinta warna merah ya anak-anak. Tidak sopan!"

Nah, lantas bagaimana sebaiknya?
Menurut pendapat saya, tidak usahlah sapaan itu kita gunakan. Apalagi jika kita adalah muslim.

Islam adalah agama yang indah dan mengajarkan keindahan. Salah satunya adalah sapaan. Sapaan tersebut sungguh indah dan mengandung doa. Jika kita gunakan sapaan itu, kita juga akan mendapatkan ganjaran pahala.
Apabila sering kita gunakan kepada setiap sesama muslim, tali persaudaraan akan semakin erat.
Artinya sapaan dalam ajaran Islam ini bukan sekadar sapaan biasa, melainkan sapaan yang memberikan maanfaat besar bagi sesama muslim, baik di dunia maupun di akhirat.

Sapaan dalam Islam seperti apa sih?
Yaitu..

"Assalaamu'alaikum", atau
"Assalaamu'alaikum warohmatullah", atau
"Assalaamu'alaikum warohmatullah wabarakaatuh."

*sapaan ini sebaiknya tidak disingkat, tapi tulislah secara lengkap.
(artikel tentang salam segera menyusul)

*dari berbagai sumber

Oleh: Fauzi Daeji Ahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar