Minggu, 29 Juni 2014

"Lelaki Surga"

"Lelaki Surga"

 

DALAM DEKAPAN LELAKI SURGA

Jam setengah 5 sore hingga waktu magrib selalu begitu setiap hari, Inilah kebiasaan aneh teman saya, setiap saya menjumpainya pada acara pengajian atau kajian, dia selalu pulang pada jam-jam segitu.

Dia adalah rekan pengajian saya juga seorang pengusaha sukses, dengan omset puluhan juta rupiah.
Jangan ganggu saya ya, katanya. Apapun kegiatannya, dia selalu izin untuk pulang ke rumah pada rentang jam itu.

Siap kang, lagi pula saya tidak berhak mengganggu, kalau urusan pribadi.

Hingga suatu hari sehabis kajian di bandung, diam-diam saya mengikutinya, Subhannallah, ternyata pada rentang waktu itu, dia pulang ke rumah, hanya untuk ini, mengajar mengaji anak-anak TPA di dekat rumahnya. Allahu Akbar.

Ketika saya tanyakan, mengapa melakukan itu, bukankah dirinya, seorang owner, seorang pengusaha kelas kakap, tapi masih mau mengajari, anak-anak tetangganya mengaji.

“Saya ingin punya amalan unggulan di akhirat kelak”, katanya lirih.

Saya hanya bisa memeluknya, Takjub!!

Calon istri dan anak-anaknya kelak, insya Allah telah merasakan dekapan Lelaki Surga.

“Ya Rabbana masukkan hamba, dalam kelompok orang-orang yang sedikit” Inilah do'a Umar bin Khattab, Karena bagaimanapun, orang-orang yang menjadi penolong agama ini selalu sedikit jumlahnya.

Orang-orang yang jujur dalam cita perjuangannya selalu sedikit jumlahnya.

Suami yang menjaga perasaan istrinya Adalah kelompok yang sedikit itu, Mereka selalu memuji kebaikan istrinya.

Karena sadar, perjuangan Istrinya, tak sebanding dengan pengorbanan sang Istri.

Istri merelakan kehormatannya disentuh, Ketika dulu dia menutupnya dari semua pandangan orang, Ini adalah pengorbanan.

Istri yang berjuang di ujung maut, ketika melahirkan anak-anak tanpa pernah meminta sedikit pun imbalan. Ini adalah pengorbanan.

Maka lelaki sholeh, suami yang baik, Selalu menempatkan kenyamanan jiwa istrinya di atas segala-galanya..

Mereka adalah golongan yang sedikit itu.
Meringankan pekerjaan istrinya.
Diam ketika istri marah.

Dan meminta maaf ketika diri merasa salah, Dan selalu, bertutur kata lembut, Adalah karakter suami yang baik..

Maka istri-istri yang mendapatkan suami seperti itu telah merasakan dekapan Lelaki Surga. Insya Allah.

Di sebuah kajian di bandung saya mengenalnya. Saya berbincang-bincang karena kebetulan lagi di aula mesjid darut tauhid dan saya duduk bersampingan dengan dirinya. Ketika saya meminta alamat rumahnya, dia kesulitan mencari kertas, dan pulpen, padahal saya jelas-jelas melihat di kantung kemejanya ada pulpen, ketika saya tanyakan itu, dia mengatakan ini pulpen dari Kantor. Di gunakan hanya untuk urusan kantor, dan saya belum mendapatkan izin, untuk digunakan untuk keperluan pribadi. Subhannallah.

Amanah. Iya dia amanah.
Disaat banyak orang tak amanah.

Inilah bagian dari golongan yang sedikit itu, Insya Allah, siapapun kelak yang menjadi istrinya (karena setahu saya dia belum menikah), Akan merasakan dekapan Lelaki Surga.

Amanah itu kata kuncinya.

Lelaki Surga.
Bukan sekedar rajin kemesjid.
Bukan sekedar pandai bicara, berbungkus dakwah.

Bukan..!!
Sama sekali bukan.

Lelaki Surga, Adalah Lelaki yang baik dan santun pada Istrinya, tak menyakiti hati istrinya.
Lelaki surga adalah lelaki yang tahu mensyukuri kenikmatan Harta, Ilmu dan Jabatan.
Lelaki surga adalah lelaki yang amanah, lagi menepati janji.

Dalam dekapan mereka, kelak akan kau temukan keteduhan jiwa, dan kelapangan hati.
Engkau akan selalu merasa tentram bersamanya.
Engkau akan selalu tambah cinta padanya.

Yang jelas.
Jika engkau seorang Istri, engkau akan merasakan dekapan Lelaki surga yang merupakan suami mu itu, Dengan kata kunci ini: Bertambahnya Iman dan Kesholehanmu.

Jika engkau merasakan sebaliknya, mari bercermin pada nurani agar layar yang terkembang, tak tenggelam di lautan air mata.

~ By: Sendy Aldiana ~

Sumber: FP Kata-Kata Hikmah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar