Senin, 10 Februari 2014

"Tingkatan Iman"

"Tingkatan Iman"



Tingkatan-tingkatan iman Syaikh Nawawi berkata :

غرة

Masalah yang bagus

مراتب الايمان خمسة :

Tingkatan iman itu ada lima.

اولها إيمان تقليد،وهو الجزم بقول الغير من غير ان يعرف دليلا،وهو يصح إيمانه مع العصيان بتركه النظر اي الاستدلال ان كان قادرا على الدليل.

  1. Tingkatan pertama adalah Iman Taqlid, yaitu berpegang teguh pada perkataan orang lain tanpa mengetahui dalil. Orang yang demikian sah imannya, tetapi iman yang disertai kedurhakaan (berdosa). Hal ini disebabkan ia dianggap meninggalkan upaya untuk mencari dalil.

ثانيها : إيمان علم وهو معرفة العقائد بأدلتها وهذا من علم اليقين، وكلا القسمين صاحبهما محجوب عن ذات الله تعالى.

2. Tingkatan yang kedua adalah iman Ilmu. Tingkatan ini merupakan tingkatan iman yang mengetahui 'aqo-Id beserta dalil dalilnya. Hal tersebut termasuk ilmul yaqiin,,dan pemilik kedua bagian itu terhalang dari Dzat Alloh Ta'aalaa.

ثالثها إيمان عيان،وهو معرفة الله بمراقبة القلب فلا يغيب ربه عن حاضره طرفة عين بل هيبته دائماً في قلبه كانه يراه.وهو مقام المراقبة ويسمى عين اليقين.

3. Tingkatan ketiga adalah iman 'Iyaan, yaitu ma'rifat Kepada Alloh dengan muroqobah hati, sehingga tidak 'hilang' tuhannya dari Ingatan hati walau hanya sekejapan mata, bahkan rasa takutnya kepada Alloh itu abadi, selamanya di dalam hatinya, seolah-olah Dia (Alloh) Melihat kepadanya.dan iman 'iyan itu maqom Muroqobah, dan dinamakan Iman 'Ainul Yaqiin

رابعها : إيمان حق وهو رأية الله تعالى بقلبه وهو معنى قولهم : العارف يري ربه في كل شيئ وهو مقام المشاهدة ويسمى حق اليقين وصاحبه محجوب عن الحوادث.

4. Tingkatan keempat adalah Iman Haq, yaitu Melihat Alloh Ta'alaa dengan hatinya. Seperti perkataan para ulama,'orang 'Arif itu melihat Tuhannya pada tiap2 sesuatu, dan iman haq itu termasuk maqom musyahadah, dan di sebut dengan haqqul yaqiin, dan yang memilikinya itu terhalang dari perkara-perkara baru (makhluq)

وخامسها: إيمان حقيقة،وهو الفناء بالله والسكر بحبه فلا يشهد الا إياه كمن غرق في بحر ولم يرله ساحلا والواجب على الشخص احد القسمين الأولين.

5. Tingkatan kelima (terakhir) adalah Iman Haqiiqoh, yaitu fana dengan mengingat Alloh, dan mabuk akan cinta kepada Alloh, maka Ia tidak melihat kecuali kepada Alloh, seperti orang yang tenggelam ke dalam lautan, dan Ia tidak melihat laut itu ada pantainya, dan wajib atas mukallaf mengetahui dua bagian yang telah disebut pertama.

اما ثلاثة الاخر فعلوم ربانية يخص بها من يشاؤ من عباده.

Adapun tiga tingkatan iman terakhir di sebut ilmu-ilmu ketuhanan, yang khusus diberikan kepada orang yang di kehendakiNya.

(Kasyifatussaja,Lisysyaikh al-imam al-'Alim,Alfadlil Abi 'Abdil 'Mu'thi Muhammad Nawawi Aljawi Halaman 9 cetakan Daaru Ihya Alkutub al'arobiyyah)
Di posting oleh Abu Nawas Majdub.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar